ALAMAT& JAM KERJA

ALAMAT:
Jl. Banten no. 4 Malang .
Telp. (0341) 576304

JAM KERJA:
- Senin-Jumat: 08:00 - 16.00
- Jum'at mgg 2&4: 08:00 - 14:30
- Sabtu: 08:00 - 14:00
- Ishoma: 11:30 - 12:30
- Libur: Ahad dan Hari Libur Umum

KONTAK:
Umi Rohimah 081553933854, 081945792757 (WA), PIN BB. 73E8195F; atau Sugeng Hariyanto 085815000155

Email: geraidinarmlg@gmail.com; YM: umirohimah;
fb: Gerai Dinar Malang; Twitter: @GDMalang; GoogleTalk: Gerai Dinar Malang; Milis:
http://groups.google.com/group/klub-dinar-malang

TEMPAT PENGAMBILAN DINAR (Luar Malang):
Pasuruan (Bangil): Anis Khoiriyah (081332549000)
Kediri (Kota): Masrur (087851945242)
Magetan (Gorang Gareng): Rini (085235046996)
Tulungagung (Ngunut): Solikhin (081330114358)
Banyuwangi (Srono): Ifa KH.(085330654837))

Sabtu, 19 April 2014

Undangan Daurah Berkuda

Kamis, 17 April 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Bila ada perintah dan kebaikan yang paling banyak diabaikan oleh muslim saat ini, barangkali perintah dan kebaikan itu adalah yang terkait dengan kuda dan berkuda. Bisa jadi karena kita menganggap kuda adalah kendaraan masa lampau yang kini sudah tergantikan oleh berbagai kendaraan baik yang digunakan di masa damai maupun dalam perang. Padahal ada hadits sahih yang diriwayatkan oleh hampir seluruh perawi bahwa “Kebaikan akan selalu terikat di ubun-ubun kuda sampai hari kiamat”.

Kecepatan dan Percepatan…

Rabu, 16 April 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Dahulu waktu di SMA kita semua belajar tentang teori kecepatan dan percepatan. Kecepatan adalah jarak per satuan waktu (v=s/t) dengan satuan m/s, sedangkan percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu (a=Δv/t) dengan satuan m/s2. Sayangnya pemahaman teori ini kebanyakan hanya dipakai di ruang-ruang ujian, bukan untuk menyelesaikan masalah yang sesungguhnya. Padahal dengan teori yang sederhana ini sebenarnya kita bisa memecahkan berbagai masalah besar bangsa ini. Masalah krisis konsumsi daging nasional misalnya, akan lebih mudah dipahami dan diatasi dengan teori kecepatan dan percepatan ini.

Leadership dan Leader Sheep…

Senin, 14 April 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Dua kata ini memiliki pengucapan yang sangat mirip tetapi memiliki makna yang sangat berbeda. Leadership adalah kepemimpinan sedangkan Leader Sheep adalah domba pemimpin. Keduanya menjadi relevan untuk kita jadikan bahan dalam tulisan ini karena bulan-bulan ini bangsa yang besar ini tengah berada dalam kegamangan massal dalam memilih kepemimpinan nasional kita untuk lima tahun mendatang. Waktunya kita belajar Leadership dari Leader Sheep.

Pasar Bukan Modal…

Sabtu, 12 April 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Ketika Abdurrahman bin ‘Auf  ditawari modal oleh saudaranya Sa’ad bin A-Rabi’ al-Anshari dengan separuh hartanya, dia menolaknya dengan baik - dan hanya minta ditunjukinya pasar. Ada pelajaran penting dari kisah ini bagi yang ingin mendalami  atau terjun di dunia usaha. Bahwa pengetahuan tentang pasar dan penguasaannya, ternyata lebih utama ketimbang ketersediaan modal. Tidak adanya modal tidak menjadi hambatan bagi yang mau berusaha, tetapi tidak adanya pengetahuan  tentang pasar bisa fatal akibatnya.

Rabu, 09 April 2014

Sarung Kependekan…

Selasa, 8 April 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Dahulu desa-desa di Jawa bisa sangat dingin di pagi hari, maka sarung adalah pakaian multi purpose. Dipakai sebagai pakaian laki-laki umumnya di siang sampai sore hari, dan digunakan untuk selimut di malam sampai pagi hari. Tetapi ketika kain sarung masih menjadi barang mewah, tidak semua orang bisa membeli sarung dengan ukuran yang cukup. Maka dari sinilah muncul istilah ‘kemulan sarung’, kita harus ‘melipat tubuh’ kita agar sarung yang kependekan tadi cukup untuk menutupi seluruh tubuh kita.

Pak Kyai Di Sidang Kabinet Baru…

Ahad, 6 April 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Di setiap krisis yang dihadapi bangsa ini, saya selalu ‘bermimpi’ guru imaginer saya Pak Kyai turut hadir menyelesaikannya. Maka seperti ‘mimpi-mimpi’ sebelumnya ketika negeri ini menghadapi krisis inflasi  meningkatnya jurang antara si kaya dengan si miskin dan krisis bahan pangan, untuk kesekian kalinya saya ‘bermimpi’ Pak Kyai hadir kembali di sidang kabinet. Kali ini kejadian dalam ‘mimpi’ tersebut adalah ketika rangkaian PEMILU eksekutif 2014 telah berakhir, Presiden baru lengkap dengan seluruh jajaran menterinya baru dilantik.