ALAMAT& JAM KERJA

ALAMAT:
Jl. Banten no. 4 Malang .
Telp. (0341) 576304

JAM KERJA:
- Senin-Jumat: 08:00 - 16.00
- Jum'at mgg 2&3: 08:00 - 14:30
- Sabtu: 08:00 - 14:00
- Ishoma: 11:30 - 12:30
- Libur: Ahad dan Hari Libur Umum

KONTAK:
Umi Rohimah 081553933854, 081945792757 (WA), PIN BB. 73E8195F; atau Sugeng Hariyanto 085815000155

Email: geraidinarmlg@gmail.com, lambbankmalang@gmail.com; YM: umirohimah;
fb: Gerai Dinar Malang; Twitter: @GDMalang; GoogleTalk: Gerai Dinar Malang; Milis:
http://groups.google.com/group/klub-dinar-malang

TEMPAT PENGAMBILAN DINAR (Luar Malang):
Pasuruan (Bangil): Anis Khoiriyah (081332549000)
Kediri (Kota): Masrur (087851945242)
Magetan (Gorang Gareng): Rini (085235046996)
Tulungagung (Ngunut): Solikhin (081330114358)

Jumat, 17 Oktober 2014

Bertani Di Awan

Kamis, 9 Oktober 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Pada revolusi industri pertama (1700-an sampai pertengahan 1800-an) manusia berhasil meningkatkan produktifitas tenaga kerja secara berlipat-lipat dan sekitar 13 % penduduk dunia menjadi masyarakat industri.  Pada revolusi industri kedua (pertengahan 1800-an sampai akhir 1900-an) manusia berhasil melipatgandakan capital dan sekitar 16 % penduduk dunia menjadi masyarakat industri maju. Apa yang terjadi di revolusi industri ketiga dan dimana peluang kita ? 

Memakmurkan Bumi, Mulai Dari Yang Kita Bisa

Selasa, 7 Oktober 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Bila di tulisan sebelumnya saya menulis tentang krisis yang begitu nyata berserta garis besar solusinya, maka tulisan ini akan membahas secara detil bagaimana solusi itu bekerja mengikuti petunjukNya. Bahkan lebih dari itu, bumi ini insyaAllah bisa terus bertambah makmur – bila hal yang diperintahkan ke kita bersamaan dengan perintah menyembah dan mengesakanNya  yaitu memakmurkan bumiNya (QS 11:61) – sungguh-sungguh kita laksanakan. InsyaAllah kita semua bisa terlibat langsung dalam melakukannya. 

Potensi Krisis Tiga Penjuru

Senin, 6 Oktober 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Potensi krisis itu begitu nyata sampai mulai bisa dikwantifisir magnitude-nya, bahkan kali ini  sumber krisis itu bukan hanya satu tetapi tiga sekaligus. Krisis yang saya maksud adalah krisis daya beli yang juga berarti krisis kesejahteraan. Sedangkan sumber ancamannya dari tiga penjuru adalah perkembangan geopolitik global, perkembangan politik dalam negeri dan yang terakhir adalah kapasitas produksi pangan dalam negeri. Lantas apa yang harus kita lakukan agar kita bisa melalui krisis ini ? 

Jumat, 03 Oktober 2014

Membenarkan dan Melaksanakan

Jum'at. 3 Oktober 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal

Hari-hari ini ratusan ribu jama’ah haji Indonesia sedang wukuf di Arafah untuk selanjutnya besuk mulai melempar jumrah di Mina. Melempar jum’rah adalah bagian dari rangkaian ibadat haji – yang pelajarannya diambil dari apa yang dilakukan oleh nabi Ibrahim ‘Alaihi Salam dan putranya Ismail ‘Alaihi Salam sekitar 3,900 tahun lalu. Syariatnya kemudian dicontohkan langsung oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ada pelajaran yang dimudahkan oleh Allah di syariat ini, tetapi apakah kita sudah mengambil pelajaran ? 

Manajemen Air Untuk Kemakmuran

Rabu, 1 Oktober 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal 
 
























Meskipun ilmu tentang seluk beluk air dan pengelolaannya atau yang disebut hydrology  sudah dipelajari di hampir seluruh peruguruan tinggi teknik dan juga pertanian, kita masih seolah belum berdaya mengelola air ini untuk kehidupan yang lebih baik. Ketika kemarau tiba seperti sekarang ini setidaknya sudah ada 86 kabupaten/kota di 20 provinsi di negeri ini yang mengalami kekeringan. Maka inilah waktunya kita harus mau belajar ilmu satu lagi, yaitu mengelola air dengan petunjukNya dan sunnah nabiNya 

Manusia Yang (Tidak ) Belajar

Selasa, 30 September 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal 

Deadline harian Republika hari ini (30/09/2014) adalah “Jakarta Mulai Sulit Air”, bisa ditebak sekitar 3 – 4 bulan dari sekarang akan ada headline yang berjudul sebaliknya “Jakarta Lumpuh Dikepung Banjir” . Dua kondisi ekstrem yang biasanya hanya berjarak 3-4 bulan saja di Jakarta, dan ini terus berulang. Masalah yang sebenarnya nampak sederhana, namun belum juga teratasi meskipun gubernur berganti gubernur entah yang ke berapa kalinya. Mengapa demikian ? Karena manusianya belum juga mau belajar.