ALAMAT& JAM KERJA

ALAMAT:
Jl. Banten no. 4 Malang .
Telp. (0341) 576304

HARI & JAM KERJA:
- Senin-Kamis: 08:00 - 16.00
-
Jum'at: 08:00 - 16.00 (Online saja)
- Sabtu: 08:00 - 11:30
- Ishoma: 11:30 - 12:00
- Libur:
Ahad dan Hari Libur Nasional

KONTAK:
Umi Rohimah/Sugeng Hariyanto 081553933854 (WA), PIN BB. 2BB60947

Email: geraidinarmlg@gmail.com, lambbankmalang@gmail.com; Skype: Gerai Dinar Malang; fb: Gerai Dinar Malang; Twitter: @GDMalang; telegram.me/geraidinarmalang;

Kamis, 18 Mei 2017

Halal Tourism Industry

Selasa, 16 Mei 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Ada yang aneh di lapangan terbang Bangkok ketika saya baru-baru ini diundang untuk menjadi pembicara di conference mereka. Diantara yang menyambut saya dari Tourism Information mereka adalah wanita berjilbab, dan dari lapangan terbang sampai ke tempat conference – di kiri jalan tol setidaknya saya melihat dua masjid yang menonjol ! Ada apa di Thailand ? Tidak ada apa-apa, mereka hanya melihat pasar yang tumbuh pesat – yaitu pasar yang disebut Halal Tourism Industry. Thailand yang rajanya industri pariwisata di region ini, tidak mau ketinggalan dari negeri jirannya yang mayoritas muslim seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei !

Tidak Ada Angsa Yang Tidak Bisa Berenang

Sabtu, 13 Mei 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Angsa liar tinggal di pohon-pohon pada ketinggian 4 sampai 20 meter di atas air. Telur angsa menetas di malam hari, dan pemandangan pertama yang disaksikan oleh si kecil angsa keesokan harinya adalah ibunya yang melompat dari ketinggian – terjun ke air yang jauh di bawah untuk mencari makan. Tanpa berpikir panjang dan tanpa rasa takut, si angsa kecil langsung terjun ke air mengikuti ibunya – dan mereka survive sejak hari pertamanya di dunia . Tidak ada angsa yang tidak bisa berenang tetapi manusia banyak yang tidak bisa berenang, mengapa ?

Kamis, 04 Mei 2017

Menuju Perfect Equality

Kamis, 4 Mei 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Tugas yang sangat berat bagi para pemimpin – khususnya di bidang ekonomi – sebenarnya bukan hanya masalah pertumbuhan. Bisa saja pertumbuhan ekonomi itu tinggi, namun bila yang menikmati pertumbuhan itu hanya segelintir orang – maka negeri itu gagal memakmurkan mayoritas penduduknya. Ini yang tersirat dari datanya World Bank dan CIA untuk Indonesia selama lebih dari dua dasawarsa terakhir. Maka pertumbuhan ekonomi kedepan mestinya bukan hanya focus pada growth, tetapi juga harus sangat menekankan pada equality

Small Change, Big Impact

Selasa, 2 Mei 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Hal-hal kecil yang ada di sekitar kita itu seperti titik dan koma pada suatu kalimat yang panjang. Dia sendiri tidak bermakna apa-apa, tetapi kalimat yang panjang menjadi kacau maknanya bila kita salah menempatkan titik dan komanya. Dalam system ekonomi kita, titik dan koma itu ada pada uang receh – baik yang berupa koin maupun uang kertas yang bernominal kecil. Kita sering risih nggembol uang receh yang menjadi berat di saku kita, tetapi di pintu tol, di putaran pak Ogah, di wc umum, di tempat parkir dlsb. kita menjadi panik manakala tidak ada uang receh.

Collateral Beauty

Sabtu, 29 April 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Alkisah ada petani miskin tetapi memiliki kuda putih yang bagus, semua tetangganya menyarankan untuk menjualnya agar dia bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu kuda yang bagus juga mengundang orang lain yang berniat jahat untuk mengambilnya, tetapi si petani tidak menghiraukan saran para tetangga. Suatu hari kudanya bener-bener hilang dicuri orang, maka tetangganya pada berdatangan dan kebanyakan malah pada menyalahkan si petani. Si petani sendiri tidak bersedih ataupun berduka dengan kehilangan ini, karena dia melihat apa yang tidak dilihat oleh tetangganya – dia melihat collateral beauty !

Rabu, 26 April 2017

Sukuk : Akses Modal Untuk Si Kecil (Juga)

Selasa, 25 April 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Karakter utama dari ekonomi Islam itu adalah keadilan, karena keadilan itulah yang lebih dekat kepada ketakwaan (QS 5:8). Bila ada sumber daya ekonomi yang bisa diakses oleh orang kaya atau perusahaan besar, maka sumber daya yang sama juga berlaku bagi si kecil atau yang miskin. Ekonomi kita timpang karena kebanyakan akses modal dan akses pasar hanya dikuasai segelintir perusahaan besar, bagaimana memperbaikinya ? Beri akses yang sama bagi si kecil.