ALAMAT& JAM KERJA

ALAMAT:
Jl. Banten no. 4 Malang .
Telp. (0341) 576304

JAM KERJA SELAMA RAMADHAN:
- Senin-Jumat: 08:00 - 14.30
- Jum'at mgg 2&3: 08:00 - 11:00
- Sabtu: 08:00 - 14:00
- Ishoma: 11:30 - 12:30
- Libur: Ahad dan Hari Libur Umum

KONTAK:
Umi Rohimah 081553933854, 081945792757 (WA), PIN BB. 73E8195F; atau Sugeng Hariyanto 085815000155

Email: geraidinarmlg@gmail.com, lambbankmalang@gmail.com; YM: umirohimah;
fb: Gerai Dinar Malang; Twitter: @GDMalang; GoogleTalk: Gerai Dinar Malang; Milis:
http://groups.google.com/group/klub-dinar-malang

TEMPAT PENGAMBILAN DINAR (Luar Malang):
Pasuruan (Bangil): Anis Khoiriyah (081332549000)
Kediri (Kota): Masrur (087851945242)
Magetan (Gorang Gareng): Rini (085235046996)
Tulungagung (Ngunut): Solikhin (081330114358)
Banyuwangi (Srono): Ifa KH.(085330654837))

Rabu, 09 Juli 2014

Keseimbangan dan Kesesuaian…

Rabu, 9 Juli 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Isu besar dunia yang tidak jelas dasar pemikirannya adalah isu pemanasan global yang katanya disebabkan antara lain oleh emisi carbon dioksida (CO2) ke udara yang terus bertambah. Isu ini sebagiannya sudah terbantahkan melalui riset yang dilakukan oleh Commonwealth Scientific and Industrial Organization, bahwa CO2 di udara yang naik 14 %  dalam rentang waktu 1982-2010 ternyata malah membuat permukaan bumi lebih hijau 11 % oleh apa yang disebut CO2 Fertilization Effect. Ini semua hanya bisa menguatkan keimanan kita bahwa ada yang menjaga keseimbangan dan kesesuaian di alam yang juga menuntut peran manusia sebagai khalifah di bumi.

Udara Bersih : Dagangan Baru Era MEA

 Senin, 7 Juli 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Tahun depan (2015) perjanjian yang diteken 10 kepala negara ASEAN  20 November 2007 – yang kita kenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) – akan mulai berlaku. Sementara negara-negara lain sudah siap-siap di garis start, cabinet baru dari pemerintahan baru negeri ini baru akan mulai bekerja. Lantas apa yang akan kita unggulkan dalam perdagangan kita saat itu ? mungkin masih harus dipikirkan oleh pemerintahan yang baru nanti. Tetapi salah satu dagangan unggulan negeri ini yang bisa sangat menjanjikan adalah udara bersih !

Mengatasi Tragedy of The Commons…

Jum'at, 4 Juli 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Kurang dari sebulan lagi kita akan kembali menyaksikan tragedy of the commons tahunan di negeri ini, yaitu ketika mayoritas penduduk kota besar memutuskan pulang kampung bareng. Hal yang baik untuk dilakukan orang per orang, tetapi ketika (hampir) semua orang melakukannya – menimbulkan masalah besar berupa kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Problem ekonomi pada umumnya timbul juga karena tragedy of the commons ini.

Undangan Workshop : Green Deen, Green Lifestyle

Rabu, 2 Juli 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Gaya hidup hijau kini melanda di hampir semua aspek kehidupan seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kerusakan lingkungan yang meluas di tingkat global. Mulai dari green car, green energy, green building, green industry bahkan sampai ke dunia investasi dikenal adanya green investment dalam bentuk green bond dlsb. Orang bersedia membayar lebih untuk sesuatu yang diberi label atau disertifikasi ‘green’. Padahal untuk menjadikan sesuatu itu ‘green’ sebenarnya tidak sulit-sulit amat, tinggal mengamalkan syariat yang ada di ‘green deen’ ini – yaitu satu-satunya agama yang dengan sangat detilnya memberi petunjuk  untuk bagaimana melestarikan kehidupan.

Ketika Orang Kaya Tidak Bisa Tidur

Selasa, 1 Juli 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Dengan kekayaannya saat ini sekitar US$ 35 Milyar, Li Kha-shing menduduki orang terkaya no 15 di dunia dan menjadikannya orang terkaya di Asia. Apakah dia bisa menikmati kekayaannya ? nampaknya tidak. Dalam sebuah acara wisuda sarjana di Shantou University baru-baru ini, dia menyampaikan orasi yang merupakan pengakuan dirinya dengan judul “Sleepless in Hong Kong”. Apa yang membuat galau hati orang yang super kaya ini ?

Menanam Pohon, Melestarikan Kehidupan

Ahad, 29 Juni 2014
Oleh: Muhaimin Iqbal
Ada satu amalan yang begitu pentingnya sehingga diperintahkan untuk tetap dilakukan meskipun peristiwa kiamat sudah terjadi, amalan tersebut adalah menanam pohon. Menanam pohon juga menjadi sedekah berkelanjutan selama pohon itu masih ada, bahkan juga dilanjutkan oleh benih-benih yang tumbuh dari pohon tersebut hingga hari kiamat. Kini peristiwa kiamat yang sesungguhnya belum terjadi, tetapi kita sudah begitu sulitnya untuk menanam pohon – apa kendalanya ?