ALAMAT& JAM KERJA

ALAMAT:
Jl. Banten no. 4 Malang .
Telp. (0341) 576304

JAM KERJA:
- Senin-Jumat: 08:00 - 16.00
- Jum'at mgg 2&3: 08:00 - 14:30
- Sabtu: 08:00 - 14:00
- Ishoma: 11:30 - 12:30
- Libur: Ahad dan Hari Libur Umum

KONTAK:
Umi Rohimah 081553933854 (WA), 081945792757, PIN BB. 73E8195F; atau Sugeng Hariyanto 085815000155

Email: geraidinarmlg@gmail.com, lambbankmalang@gmail.com; YM: umirohimah;
fb: Gerai Dinar Malang; Twitter: @GDMalang; GoogleTalk: Gerai Dinar Malang; Milis:
http://groups.google.com/group/klub-dinar-malang

TEMPAT PENGAMBILAN DINAR (Luar Malang):
Pasuruan (Bangil): Anis Khoiriyah (081332549000)
Kediri (Kota): Masrur (087851945242)
Tulungagung (Ngunut): Solikhin (081330114358)


Selasa, 27 Januari 2015

Auxology

Senin, 26 Januari 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Dalam suatu arisan keluarga besar yang komplit, saya dikejutkan oleh kehadiran sejumlah ponakan laki-laki saya yang sangat tinggi-tinggi – di sekitar 185  cm-an. Ini mengejutkan karena data terakhir orang Indonesia menurut situsnya www.averageheight.co tinggi kita rata-rata hanya 158 cm atau 14 cm lebih rendah dari rata-rata tinggi laki-laki di seluruh dunia yang berada pada angka 172 cm. Menurut situs tersebut orang Indonesia memang yang paling pendek, sedangkan yang paling tinggi adalah orang Belanda yang mencapai rata-rata 183.8 cm. Tetapi fakta ini mestinya bisa diperbaiki hanya dalam satu generasi saja, bagaimana caranya ?

Matematika Protein

Kamis, 22 Januari 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal

Ada hikmah besar dibalik ketertinggalan rata-rata penduduk Indonesia dalam mengkonsumsi daging – yang menurut FAO hanya mencapai 12.9 kg/th/kapita sementara rata-rata penduduk dunia mengkonsumsi 41.9 kg/th/kapita. Dalam pergeseran fokus sumber protein dari hewani ke nabati, rata-rata kita akan jauh lebih siap ketimbang penduduk-penduduk negeri lain. Kita sudah terbiasa lebih banyak mengkonsumsi protein nabati ketimbang hewani – sementara penduduk-penduduk negeri lain masih harus belajar ! 

Emas Dan Sinyal Perubahan Ekonomi Dunia


Senin, 19 Januari 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Ada dua hal yang mendorong harga emas naik hampir 8.5 % dalam satu bulan terakhir dan bisa saja ini berlanjut. Pertama perubahan yang dipicu oleh ketidak stabilan baru ekonomi dunia karena merosotnya harga minyak, dan yang kedua disebabkan oleh apa yang disebut SNB (Swiss National Bank) Black Swan – yaitu kejadian sangat langka/tidak terduga yang dilakukan oleh otoritas moneter Swiss. Keduanya menjadi pelajaran sangat penting bagi negeri ini – bila tidak ingin  menjadi korban dari adanya perubahan-perubahan paradigma ini.


Tahu Tempe DIY

Jum'at, 16 Januari 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Mengangkat masalah itu mudah sedangkan memberi solusi itu yang sulit. Maka setelah saya angkat potensi resiko yang tidak diketahui (unknown risks) dari sumber protein utama negeri ini yaitu kedelai, saya juga harus berusaha  semaksimal mungkin memberikan solusinya. Yang immediate adalah bagaimana se-segera mungkin masyarakat bisa makan tahu dan tempe yang bebas GMO. Bagi yang sudah merasa membutuhkan ini – Anda bisa mulai mengkonsumsi Tahu Tempe DIY – yaitu Tahu Tempe Do It Yourself ! 

Industri Non-GMO : Membangun Usaha dan Memperbaiki Generasi

Rabu, 14 Januari 2015
Oleh: Muhaimin iqbal

Setelah kita  belajar bersama bahaya makanan yang berbahan baku tanaman GMO, lantas apa yang bisa kita lakukan ? Apakah kita akan berhenti makan tahu dan tempe – makanan berprotein tinggi yang paling populer dan terjangkau oleh masyarakat luas di negeri ini ? Bukan ini solusinya. Justru kita harus menjadikannya ini peluang bagi negeri ini untuk swasembada protein, juga peluang bagi kita semua untuk membangun usaha, menciptakan lapangan kerja secara massal sekaligus memperbaiki kwalitas generasi yang akan datang. 

Senin, 19 Januari 2015

Unknown Risks

Senin, 12 Januari 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal

Kita sering mendengar istilah you are what you eat – Anda tergantung dari apa yang Anda makan. Kalimat yang sering digunakan untuk iklan makanan ini sebenarnya bisa menjadi sangat menarik apabila kita pahami makna yang sesungguhnya. Bahwa kita sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan, maka Allah-pun memerintahkan kita untuk memperhatikan makanan kita (QS 80 : 24). Kalau saja kita bener-bener melaksanakan satu perintah ini, kita akan rela mati-matian untuk memperjuangkan swasembada pangan kita sendiri. Mengapa ?