Tampilkan postingan dengan label GD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GD. Tampilkan semua postingan

Food, Energy and Water Trilemma

Food, Energy and Water (FEW) adalah tiga pilar kebutuhan dasar manusia yang ketersediaan dan keterjangkauannya (availability and accessibility) menjadi penopang keamanan (security), keadilan (prosperity) dan kesetaraan (equity) suatu negara.  Masalahnya adalah pengadaan ketiganya sekaligus seiring kebutuhan manusia yang terus meningkat sungguh tidak mudah dan bahkan menjadi challenge terbesar peradaban saat ini – karena ketiganya berebut sumber daya yang sama.

DME : One More Step For Independent Energy

Kalau kami  memberi angka, upaya Indonesia Startup Center untuk menghasilkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bener-bener sustainable,  murah, terdistribusi dan massif itu kini telah mencapai 50%. InsyaAllah separuh langkah lagi, semua keluarga sampai seluruh pelosok negeri tidak lagi perlu kawatir tentang kelangkaan gas melon, dan secara nasional kita tidak lagi kawatir masa depan suram gara-gara minyak akan habis dalam sekitar 10-11 tahun lagi. Begitu hebohkah ? Lets see what we’ve been doing , dan apa yang kira-kira Anda bisa membantu merealisasikannya.
Salah satu bahan bakar baru yang banyak sekali dikembangkan di luar dalam seperampat abad terakhir adalah apa yang disebut Dimethyl Ether atau disingkat DME dengan rumus kimia CH3OCH3. DME ini adalah bahan bakar yang sangat bersih, bebas korosi yang bisa diproduksi dari sumber-sumber alam yang melimpah di sekitar kita yaitu biomassa.

Science and Engineering Startups

Kalau kita mendengar istilah startup, umumnya yang kita bayangkan adalah usaha rintisan yang tumbuh dengan cepat berbasis teknologi informasi. Meskipun ini juga benar, bidang-bidang yang lain tidak kalah menariknya untuk di-startup-kan. Bahkan bidang yang lain ini karena akan memerlukan core competency yang unique, dia tidak akan mudah disaingi – karena entry barrier nya yang akan berat bagi pendatang baru. Secara khusus Indonesia Startup Center tertarik mengembangkan startup yang demikian, dan untuk tahap awal ini challenge-nya kami tawarkan kepada para insinyur kimia dan mesin.

Mata’al lil Muqwiin

Sekitar tujuh abad setelah Al-Qur’an turun, mufassir terbesar yang karyanya jadi rujukan hingga abad ini yaitu Ibnu Katsir (1301-1372) nampak berusaha keras menjelaskan dua buah kata – tentang sesuatu benda yang pada jamannya belum sepenuhnya dikenal wujudnya. Maka ketika dua kata ini muncul dalam Al-Qur’an terjemahan bahasa Indonesia yang terbaru sekalipun, penjelasannya masih belum spesifik karena juga merujuk pada tafsir berabad-abad lalu itu. Dua kata itu adalah Mata’al lil Muqwiin yang diterjemahkan ke Al-Qur’an bahasa Indonesia menjadi bahan yang berguna untuk musafir.

Believing Is Seeing

Hari ini kaum muslimin di seluruh dunia memasuki akhir bulan Ramadhan, bulan yang merupakan kawah candra dimuka untuk mengangkat orang-orang beriman menuju tingkatan berikutnya yaitu menjadi orang-orang bertakwa (QS 2:183). Salah satu tanda bila puasa itu berhasil mengangkat kita menjadi orang bertakwa adalah adanya perubahan paradigma dalam keyakinan (believe) - bila kebanyakan orang harus melihat dahulu baru percaya (seeing is believing) – orang yang bertakwa sebaliknya, believing is seeing – karena dia beriman maka dia bisa melihat yang tidak terlihat oleh orang lain yang tidak beriman. Lantas apa yang dia lihat ?

Nano Farmer – A Vision Sharing

Dunia terancam loss generation in agriculture, bukan hanya di negeri kita tetapi juga di negeri maju seperti Jepang. Pasalnya anak-anak muda kehilangan minat untuk terjun di dunia pertanian, sehingga bertani hanya didominasi oleh orang-orang yang sudah sepuh. Di sisi lain saya melihat minat sejumlah ahli dengan antusiasnya menggarap pertanian ini, karena mereka melihat ada masa depan yang sangat menjanjikan di sektor ini. Salah satunya yang akan ikut merubah sektor ini adalah teknologi nano, maka selamat datang era petani nano !

Disruption Theory

Disruption Theory

Isaac Newton konon pernah berteori '...beri aku tempat di luar bumi untuk berpijak, maka aku akan bisa memindahkan bumi dari tempatnya semula...'. Dia memang tidak bisa membuktikan teorinya ini, tetapi karyanya menjadi dasar dalam perhitungan hampir semua peralatan dan mesin penggerak modern - bahkan namanya diabadikan dalam satuan gaya atau force N= Newton. Saya bukan hendak membahas teori fisika yang njlimet ini, tetapi folosofi yang sama untuk gaya dan daya yang dibutuhkan untuk perubahan besar.

Newton yang hendak memindahkan bumi dari tempatnya tersebut, secara teori dapat dilakukan dengan ilustrasi berikut :

 

Bila bisa dibuat tuas pengungkit (lever) yang begitu panjang sehingga bulan bisa dijadikan sebagai ganjal (fulcrum)-nya, bumi di ujung bagian tuas yang pendek dan Newton berdiri di ujung bagian tuas yang panjang - maka dia bisa mengungkit bumi dari tempat dia berdiri. Tetapi tentu ini hanya joke karena tuas tersebut harus begitu panjang sampai menjangkau di luar tata surya kita.

Yang saya ambil dari teori ini adalah filosofi perubahan besar yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang kecil seperti kita-kita ini - yang dalam bahasa startup disebut disruption. Perhatikan ilustrasi di atas khususnya formula ke 4 yaitu W = m.a.d.

Kita akan dapat memiliki disruptive power atau daya yang dibutuhkan untuk mampu melakukan perbahan besar (W) bila kita ada massa - sesuatu hasil karya yang berbobot atau berkwalitas (m), ada percepatan penyebarannya atau bahasa sekarang percepatan viral-nya (a), dan ada jangkauan atau cakupan penggunaan atau manfaat yang luas (d).

Nah sekarang formula W=m.a.d atau yang saya sebut Disruption Theory ini bisa diaplikasikan terhadap perbagai perubahan besar yang kita inginkan untuk terjadi. Bisa untuk dunia politik, bisnis, lingkungan, public services, keamanan dunia dlsb.

Di dunia politik misalnya, tahun depan adalah tahun pesta demokrasi yang massive baik legislatif maupun eksekutif, daerah maupun pusat. Semua kecap no 1, semua kandidat merasa dialah yang paling baik. Kita yang dijadikan target pasar para politikus untuk menjajakan barag dagangannya, tidak perlu Baper yang mengganggu silaturahim antar sesama - cukup menilai para kandidat dengan formula W=m.a.d tersebut di atas.

Pertama adalah apakah para kandidat tersebut memiliki track record karya yang berkwalitas di bidang perubahan besar yang dia janjikan, kedua adalah apakah karya tersebut dapat terakselerasi penyebarannya, dan apakah manfaat dari karya tersebut akan dapat dirasakan oleh rakyat secara luas. Kalau perlu masing-masing diberi angka, sehingga pilihan kita tinggal mengalikan antara m, a dan d dari masing-masing kandidat.

Aplikasi formula di dunia usaha bisa banyak kita lihat dari model-model bisnis yang disruptive dalam daswarsa terakhir. Google, Facebook, Whatsup, Twitter dlsb. mengapa mereka begitu dominan merubah peradaban dunia ? yang memang karya mereka berkwalitas (m) - Anda yang sudah menggunakannya , tidak bisa berhenti menggunakannya. Karya mereka menyebar terakselerasi sangat cepat (a) dan manfaatnya-pun memang dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia (d) - well tentu juga termasuk dampat mudharat-nya.

Formula yang sama seharusnya bisa kita gunakan untuk memperbaiki lingkungan kehidupan yang rusak di bumi ini. Tinggal yang dibutuhkan adalah contoh karya yang bener-bener bagus dan efektif mengatasi masalah yang ada (m), kemudian dapat di-viral-kan dengan cepat (a) dan contoh tersebut bisa diaplikasikan  seluas mungkin di seluruh dunia (d).

Bila ini dapat dilakukan, maka teori Isaac Newton tersebut di atas akan bisa dibuktikan. Bukan untuk mengungkit atau memindahkan bumi dari tempatnya semula, tetapi justru untuk mengembalikan bumi ke dalam keseimbangan alam semesta yang semula.

Bahwa manusia kecil ini bisa mengganggu keseimbangan alam semesta, beritanya sudah turun dari Sang Maha Pencipta langsung. Di surat Ar-Rahman ayat 8 Allah berfirman : " Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu ". Tetapi tugas untuk menjaga keseimbangan ini-pun diserahkan kepada manusia ini, di ayat selanjutnya Ar-Rahman ayat 9 : " Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan kamu jangan mengurangi keseimbangan itu".

Maka bila Newton berteori bisa mengungkit atau memindahkan bumi dari tempatnya semula, kita bukan hanya berteori - kita benar-benar berpeluang untuk dapat menjaga bumi agar tetap seimbang di tempatnya semula - di alam semesta yang sangat besar dan terus membesar sejak peristiwa big bang belasan milyar tahun silam. Inipun dikabarkan di Surat
Ar-Rahman ayat 7 : " Dan langit telah ditinggikanNya dan Dia ciptakan keseimbangan ".

Lantas bagaimana manusia makhluk yang sangat kecil ini dapat berperan dalam menegakkan keseimbangan di alam semesta yang amat sangat besar tersebut di atas ? kembali ke formula W=m.a.d tersebut di atas.

Kita harus bisa memiliki karya yang bener-bener bagus - amal saleh yang Dia ridlo atasnya (m), maka Dia pula yang akan 'mem-viral-kan'nya di antara para malaikatNya - bahwa si fulan telah berbuat kebaikan ini dan itu - maka viral-lah karya itu diantara para malaikat (a). Lantas apa 'd'-nya ? kembali ke ilustrasi di atas, 'd' adalah distance - jarak atau tempat berpijak atau sesuatu yang berada pada tempatnya.

Menempatkan sesuatu pada tempatnya ini adalah pengertian adil, itulah sebabnya mengapa tugas menegakkan keseimbangan di alam semesta tersebut hanya bisa dilakukan dengan keadilan (QS 55:9) di atas. Responsible Consumption and Production (SDGs no 12) adalah salah satu contoh kecil dari sikap adil di alam, tetapi inti dari keseimbangan di alam akan tercapai bila manusia berbuat baik atau amal saleh yang kemudian diikuti oleh orang lain berbuat yang baik pula - viral dan dia berlaku adil. InsyaAllah

Salam Revival

Masih di seputar upaya mengatasi kegalauan sejumlah pihak karena turunnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang kemudian mentrigger kenaikan suku bunga acuan BI, rentetan berikutnya adalah naiknya suku bunga pinjaman perbankan, melemahnya sektor riil karena menurunnya pasokan modal, hilangnya pekerjaan atau setidaknya tidak bertambahnya lapangan pekerjaan, pendek kata masa depan suram bagi para pencari kerja. Tetapi harus kah ini yang terjadi ? Adakah jalan lain agar siklus 10 tahunan ini tidak berulang?

Green Gold for 9 out of 17 Goals

Seluruh negara-negara di dunia yang bernaung dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat untuk mencapai target bersama pada tahun 2030, yaitu apa yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs). Dari 17 pencapaian yang menjadi target tersebut , saya melihat setidaknya ada 9 target diantaranya bisa dicapai melalui perantaraan satu tanaman saja. Satu tanaman yang saya sebut emas hijau atau green gold ini adalah kekayaan negeri ini yang terabaikan selama ini, dialah bambu ! Bagaimana bisa ?

Man and Tree

anusia dan pohon itu seperti cermin satu sama lain, apa yang nampak kanan di cermin itulah kiri kita dan nampak kiri itulah kanan kita. Manusia menghirup oksigen untuk pernafasannya, pohon mengeluarkan oksigen dari fotosintesa-nya. Manusia mengeluarkan CO2 ketika bernafas dan beraktifitas, pohon menyerap CO2 untuk fotosintesa-nya. Meskipun yang kanan ada di kiri dan kiri ada di kanan, cermin adalah wajah kita yang sesungguhnya. Bila yang nampak di cermin itu baik - maka baiklah kita, tetapi bila yang di cermin itu buruk - juga buruklah kita.

Carbon and Water Offset

Udara bersih yang kita hirup dan air bersih yang kita minum - adalah dua unsur vital kehidupan yang selama ini kita take it for granted - ujug-ujug ada tinggal diambil. Kenyataannya memang demikian ketika alam masih seimbang, pohon yang memproduksi oksigen dan menyerap CO2 masih lebih dari yang membutuhkannya. Demikian pula masih ada akar-akar pepohonan yang mampu mengelola air lebih dari cukup. Namun kemewahan udara dan air bersih ini kini tidak lagi kita miliki.

Water Crisis in Best Islands of the World

Publikasi terkemuka industri wisata dunia Travel+Leisure bulan lalu menyajikan pilihan para pembacanya untuk pulau-pulau terbaik di dunia. Top three dari 15 pulau terbaik dunia, ketiganya adalah pulau-pulau di Indonesia yang berdampingan satu sama lain yaitu no 1 Jawa, no 2 Bali dan no 3 Lombok. Ini kesempatan Indonesia untuk mempromosikan industri  pariwisatanya secara massif, namun lebih dari itu - ini juga kesempatan bagi kita semua untuk menyadarkan dunia akan isu lingkungan wa bil khusus - masalah ketersediaan air bersih untuk kelangsungan kehidupan kita di bumi ini.

Waqf Mushtarak as an Alternative Financing


Lima tahun lalu - setahun menjelang PEMILU 2014 - kami menulis tentang negeri tanpa hutangtentu kebanyakan yang membaca tulisan tersebut melihatnya hanyalah mimpi belaka. Lima tahun berlalu sudah, kenyataannya memang kita terus menambah hutang - karena tidak ada yang menggubris tulisan kami tersebut ! Tetapi kami tidak menyerah, dengan terus mengkaji, mengembangkan teknologi dan belajar dari negeri yang telah mulai - mimpi itu kini telah berubah menjadi visi.

Three Steps To Heal The Nature

Katika 1400 tahun lalu turun kabar bahwa "...telah nampak kerusakan di darat dan di laut..." (QS 30:41), tidak berarti kerusakan alam saat itu sudah terjadi seperti yang kita hadapi saat ini. Kerusakan alam yang sangat parah baru terjadi belum se-abad terakhir ketika manusia secara massive mengeruk fossil untuk energi dan produk-produk turunannya seperti pupuk kimia, pestisida dlsb.

Golden Balance : Financing the Needy

Perdebatan terbuka antara PB IDI dan BPJS membuat saya yang pernah 20 tahun di industri asuransi dan pernah menjadi penguji para ahli asuransi Indonesia terpancing untuk ikut berkontribusi. PB IDI benar bahwa pembatasan jaminan pada bayi yang baru lahir, katarak dan rehabilitasi medis akan dapat mengurangi mutu layanan kesehatan dan bahkan bisa mengorbankan keselamatan pasien.

Gajian Setiap Se-Per Sekian Detik, Mau…?.

Apa Yang Terjadi Dengan Harga Emas Bila Terjadi Hyperinflasi...

Hyperinflasi terjadi bila otoritas moneter suatu negeri mencetak uang terus menerus tanpa dibarengi dengan pertumbuhan yang proporsional terhadap produksi barang dan jasa. Perilaku demikian tidak hanya terjadi di negara yang tegolong terbelakang seperti Zimbabwe yang harus membuang 12 angka nol dari uang lamanya 2 Februari 2009 lalu karena inflasi tahunan negeri itu mencapai 89.7 sextillion (1021) percent atau 89,700,000,000,000,000,000,000; tetapi bisa terjadi di mana saja – termasuk di negara adikuasa sekalipun.
Hal ini dapat kita tengok dari sejarah abad lalu ketika terjadi inflasi besar-besaran di salah satu negara adikuasa pada jamannya.

Hidup Bersama Angsa Putih Bernama Krisis Ekonomi...

Akhir pekan kemarin buku yang selesai saya baca berjudul Crisis Economics : A Crash Course In The Future of Finance ( The Penguin Press, New York 2010). Penulis utamanya  adalah ekonom kondang Amerika Nouriel Roubini yang pernah mengisi jabatan penting di gedung putih dan departemen keuangan Amerika semasa kepresidenan Bill Clinton. Roubini juga beberapa kali menjadi pembicara utama dalam forum ekonomi yang paling bergengsi di dunia yaitu World Economic Forum di Davos - Swiss, jadi nampaknya dia tahu betul apa yang ditulisnya di buku ini. Dalam bukunya kali ini dia didampingi oleh sejarawan ekonomi Stephen Mihm, untuk menguatkan isi bukunya dalam konteks sejarah ekonomi.

Inspirasi Usaha : Monetization Hobi Anda...

Ada check-list sederhana untuk mengetahui apakah Anda menikmati pekerjaan Anda atau tidak, yaitu dengan memperhatikan suasana hati Anda pada setiap hari Ahad sore.  Bila Anda merasa tidak nyaman membayangkan besuk akan mulai bekerja kembali dan perasaan ini terus berulang – maka kemungkinan besar Anda memang tidak bisa menikmati pekerjaan Anda tersebut. Sebaliknya bila Anda tetap bisa  enjoy liburan Anda sampai Ahad malam, dan kembali bergairah bekerja Senin paginya – maka besar kemungkinannya Anda memang bisa menikmati pekerjaan Anda.

Venture Capital 2.0 Berbasis Syirkah : Peluang Mengimplementasikan Ide Besar Anda...

Rabu, 24 November 2010
Oleh : Muhaimin Iqbal
Dalam dunia entrepreneurship ide itu murah, Anda bisa memiliki puluhan atau bahkan ratusan ide tanpa harus mengeluarkan uang satu sen-pun. Ide baru menjadi mahal harganya bila ide tersebut benar-benar diimplementasikan dengan sukses. Masalahnya adalah sering untuk mengimplementasikan ide diperlukan biaya yang mahal pula, lantas siapa yang bersedia keluar dana untuk membiayai ide-ide Anda ?. Anda beruntung bila ada 3 F (families, friend and fools) yang bersedia mendanai ide Anda, tetapi kalau tidak lantas siapa ?.