Tampilkan postingan dengan label emas lantakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label emas lantakan. Tampilkan semua postingan

Bukan Hanya Berburu Di Padang Datar

Kamis, 6 Agustus 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Waktu sekolah dasar dahulu, generasi saya masih belajar pantun melayu yang salah satunya saya ingat : “…Berburu di padang datar, dapat rusa berbelang kaki. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi…”. Syarah dari pantun ini sebenarnya penuh makna, dalam bahasa sekarang kurang lebih kalau kita pingin kerja yang enak-enak, gampang-gampang, bebas resiko – jangan berharap hasilnya akan menggembirakan. Demikian pula ketika kita belajar santai-santai, tidak mau repot, tidak mau berjerih payah dan berkorban, akan sulit kita menggapai cita-cita. Apa relevansinya di jaman ini ?


Banana Bainana - Pisang Diantara Kita

Selasa, 4 Agustus 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Diantara ‘bocoran’ tanaman buah surga yang sudah bisa kita nikmati di dunia dan tumbuh dengan sangat baiknya di negeri ini  adalah pisang. Hanya mungkin negeri ini kurang perhatian saja, sehingga ketika  negeri jiran kita Philipina tahun lalu berhasil menempatkan dirinya menjadi exporter pisang no 3 di dunia setelah Ecuador dan Belgia, kita bahkan masih mengimpornya. Bila India bertekad ingin merebut pasar pisang dunia dengan pisang kebanggaan mereka yang diberi nama Mahabanana, kita masih bingung pisang yang mana yang akan kita unggulkan. Tetapi ini  sesungguhnya adalah peluang untuk kita semua. 

BPJS Setelah MUI Bersikap…

Jum'at, 31 Juli 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Hari-hari ini masyarakat luas dari berbagai kalangan baru meributkan tentang haramnya BPJS setelah MUI berfatwa. Saya sudah membahasnya di situs ini sejak dua tahun lalu antara lain melalui tulisan “Ketika Yang Haram Diwajibkan” (14/11/2013), dan saya perjelas melalui tulisan “Negeri ½ Syariah” setahun kemudian (04/11/2013). Katakanlah tidak semua orang setuju dengan keharaman BPJS ini misalnya, sebenarnya tetap tidak perlu kontroversi kalau pengelola BPJS berorientasi pasar saja. BPJS bahkan bisa belajar dari usaha-usaha lain yang dikelola secara professional.

Wanita Produktif

Rabu, 29 Juli 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Sebelum Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam wafat, istri-istri beliau bertanya siapa yang akan lebih dahulu menyusul beliau. Beliau menjawab : “Dia yang paling panjang tangannya”, mereka kemudian  saling mengukur tangannya dengan kayu. Ternyata yang menyusul beliau paling dahulu adalah Zainab binti Jahsy – padahal bukan dia ini yang secara fisik paling panjang tangannya. Para istri nabi-pun kemudian menyadari bahwa yang dimaksud nabi adalah yang paling banyak sedekahnya. Kok bisa di antara istri-istri yang diberi nafkah secara adil oleh nabi, salah satunya bisa bersedekah jauh lebih banyak ? inilah cerita tentang wanita produktif yang layak dan bisa ditiru wanita-wanita jaman ini sekalipun.


What To Do Ketika Rupiah Melemah ?

Selasa, 28 Juli 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Kalau saya katakan Rupiah sekarang kinerjanya lebih buruk dari Rupiah di puncak krisis 1997-1998 mungkin Anda tidak percaya, bagaimana kalau saya sajikan data yang konkrit untuk ini ? Anda Percaya ? Memang di puncak krisis yang kemudian mengawali era reformasi, Rupiah sempat berada di Rp 16,097/US$ tetapi itu hanya kejadian sehari (17/6/1998) – kemudian hebatnya pemerintahan transisi waktu itu – berhasil menurunkannya menjadi kurang dari separuhnya dalam tempo enam bulan saja, yaitu ke Rp 7,979/US$ pada penutup tahun 1998. Apa yang terjadi di Rupiah sekarang ?

Model-model Kebaikan

Kamis, 23 Juli 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Dalam sejumlah ayat ketika Allah bercerita tentang berbagai kebaikan, Allah menggunakan model atau di Al-Qur’an disebut sebagai perumpamaan-perumpamaan. Yang mungkin luput dari perhatian kita selama ini adalah perumpamaan-perumpamaan yang digunakan Allah tersebut, apa yang banyak dipakai ? Yang sangat banyak dipakai ternyata adalah berbagai jenis tanaman. Pasti ada hikmah yang besar di belakang perumpamaan-perumpamaan ini bila kita bisa mengambil pelajarannya.

Qirbah Untuk Lingkungan dan Kesehatan

Jum'at, 31 Juli 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Hari-hari ini masyarakat luas dari berbagai kalangan baru meributkan tentang haramnya BPJS setelah MUI berfatwa. Saya sudah membahasnya di situs ini sejak dua tahun lalu antara lain melalui tulisan “Ketika Yang Haram Diwajibkan” (14/11/2013), dan saya perjelas melalui tulisan “Negeri ½ Syariah” setahun kemudian (04/11/2013). Katakanlah tidak semua orang setuju dengan keharaman BPJS ini misalnya, sebenarnya tetap tidak perlu kontroversi kalau pengelola BPJS berorientasi pasar saja. BPJS bahkan bisa belajar dari usaha-usaha lain yang dikelola secara professional.

Ambil  contohnya para pabrikan mobil, mengapa sekarang banyak sekali mengeluarkan mobil berwarna putih ? sampai-sampai ada asosiasi White Car Owner ? Ya karena pasarnya lagi banyak yang suka mobil berwarna putih.

Mengapa beberapa bank asing, juga perusahaan asuransi asing yang masuk Indonesia banyak yang mau berepot-repot membuka unit syariah ? ya karena pasarnya sebagian besar muslim. Maka mereka berusaha memenuhi kebutuhan pasarnya dengan produk yang sesuai.

Nah ironinya adalah perusahaan yang dipakai pemerintah untuk mewajibkan seluruh warga negera ini menggunakannya, malah tidak peka terhadap kebutuhan akan syar’i-nya produk yang dipaksakan dengan kewajiban menurut Undang-Undang ini.

Katakanlah tidak semua orang setuju dengan fatwa MUI-pun, sebagian yang cukup besarnya kan setuju ? mengikuti cara professional pabrikan mobil tersebut saja – sebagian mobil tetap berwarna merah, hitam dan lain sebagainya  – tetapi mereka mengeluarkan banyak produk berwarna putih bukan ?

Maka menggunakan analogi produsen yang berusaha memnuhi kebutuhan konsumen tersebut saja, saya rasa fatwa MUI sudah tidak lagi perlu diperdebatkan apalagi dikontroversikan. Saya sendiri sudah tidak membahasnya secara teknis karena dalam perbagai penjelasan yang disampaikan pengurus MUI – saya sepenuhnya sependapat – dan memang sesuai dengan dua tulisan saya tersebut di atas.

Teman-teman yang minta saya mengkomentari fatwa MUI  tentang haramnya BPJS dengan pola pengelolaan sekarang, dua tulisan saya tersebut di atas saya rasa sudah cukup. Jadi saya tidak menambah panjang diskusinya - just do it !

Yang saya – dan juga jutaan muslim lainnya tunggu sekarang – adalah kepekaan professional para pengelola BPJS untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (yang diwajibkan untuk mengikuti programnya) secara syar’i, agar masyarakat nyaman menggunakan produk-produk mereka dan agar keberkahan mulai menetes di negeri ini. Semoga.

Hikmah dan Teori Escalator Rusak

Kamis, 16 Juli 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Cucu saya yang berusia dua tahun sedang terobsesi benda-benda yang bergerak secara otomatis seperti lift, palang pintu parkir dan elevator. Benda-benda lain dalam benaknya  adalah juga sama dengan benda-benda yang bergerak otomatis tersebut. Pintu geser di rumah dimainkan seolah lift, penggaris dianggapnya palang pintu, dan bahkan ketika melihat tangga rumah saya – itu dianggapnya adalah elevator yang sedang rusak – karena tidak bisa bergerak sendiri. Pikiran orang dewasa seperti kita, sesungguhnya juga tidak jauh berbeda dengan pikiran anak 2 tahun ini !

Huda.id : Informasi dan Petunjuk

Selasa, 7 Juli 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Belum sampai satu bulan berlalu ketika saya menulis “Small Data, Big Solution” dimana didalamnya diungkapan ide untuk membuat search engine berbasis Al-Qur’an, subhanallah walhamdulillah karena kemudahan yang diberikan olehNya semata – team yang bekerja siang malam – kini telah berhasil meng-on-line-kan versi perdananya dari gagasan ini. Meskipun situs pencari berbasis Al-Qur’an yang kami taruh di huda.id ini tentu perlu disempurnakan terus menerus, versi perdananya-pun insyaAllah sudah akan memberi manfaat luas bagi yang memerlukan solusi apapun dari Al-Qur’an.