Amazing Grains

Jum;at, 10 Maret 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Di antara tanaman-tanaman yang banyak sekali disebut di Al-Qur’an adalah tanaman penghasil biji-bijian. Karena pentingnya biji-bijian ini dalam unsur makanan kita – dia ada di setiap peradaban manusia di seluruh penjuru dunia. Ada yang tumbuh di negeri tropis yang banyak hujannya seperti padi, ada yang tumbuh di daerah kering dan empat musim seperti gandum. Ada pula biji-bijian yang tumbuh baik di negeri empat musim maupun tropis sekaligus, diantaranya adalah jagung dan sorghum. Ketahanan pangan kita sangat berkorelasi langsung dengan penguasaan biji-bijian ini.

Ketika Yang Fitrah Menjadi Exception

Selasa, 27 Maret 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Bagi masyarakat yang karena satu dan lain hal harus diet ketat, ada daging khusus untuk mereka – daging yang jauh lebih mahal dari daging pada umumnya – daging yang disebut grassfed meat. Apa sesungguhnya grassfed meat ini ? tiada lain dia adalah daging dari binatang ternak sapi, domba dan kambing – yang diberi makan rumput! Lho , bukannya hewan-hewan ternak ini memang seharusnya makan rumput ? mengapa sekarang menjadi istimewa ? Ternyata karena mayoritas daging yang kita makan sekarang bukan lagi dari ternak yang memakan rumput !

Riba-free Ecosystem

Senin, 6 Maret 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Meskipun kita tahu bahwa ‘riba telah mengambil makanan kita’,  mengapa sulit sekali kita berlepas diri darinya ? karena riba itu telah menyelimuti kita seperi pekatnya malam dalam ecosystem ribawi yang sangat kompleks. Seperti ikan yang hidup dalam laut yang tercemar, seberapa kuat-pun dia ingin mengambil oksigen bersih dari air dan memilih-milih makananannya – tetap saja dia harus mendapatkannya dari air yang sudah tercemar. Seperti itulah ecosystem yang menyelimuti kita sehingga seberapa kuat-pun kita ingin bebas riba, debu-debu riba tetap terhirup masuk ke tubuh kita. Lantas apa solusinya ?

Teluk Lada

Kamis, 2 Maret 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Sejak Sekolah Dasar kita belajar bahwa dahulu bangsa barat menjajah negeri ini awalnya berburu rempah-rempah. Namun kita pada umumnya hanya paham sampai ‘apanya’ bukan ‘mengapanya’, mengapa mereka menempuh perjalanan yang sangat jauh ‘hanya’ untuk berburu rempah-rempah ? Karena system pembelajaran kita lebih menekankan ‘what’ bukan ‘why’, maka kita kurang bisa mengambil pelajaran yang sesungguhnya. Kalau saja kita memahami ‘why’-nya – we will know the reason behind everything – insyaAllah kita tidak pernah terjajah lagi.

Life Purpose

Selasa, 28 Februari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Mark Twain atau Samuel Langhorne Clemens adalah penulis dan entrepreneur abad 19, yang karyanya hingga kini banyak menginspirasi perusahaan-perusahaan raksasa di dunia. Menurut si Mark Twain ini, ada dua hari terpenting dalam kehidupan manusia – yaitu yang pertama adalah kelahirannya dan yang kedua adalah ketika dia tahu untuk apa dia dilahirkan. Konon kebanyakan orang di dunia barat tidak tahu untuk apa dia dilahirkan, maka sedikit yang tahu alasan untuk apa dia dilahirkan dan kemudian dengan passion mengejarnya – itulah yang sukses. Kita tentu memiliki cara tersendiri dalam memahami hal ini, tetapi apakah itu ?

The Drill

Senin, 20 Februari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Di gedung-gedung, kantor dan hotel selalu ada petunjuk bila terjadi kebakaran dimana ngumpul penghuninya dan rute jalan menuju titik berkumpul ini. Demikian pula di tempat-tempat wisata, selalu ada petunjuk arah evakuasi bila terjadi tsunami, letusan gunung berapi dlsb. Bila orang sudah terbiasa dengan petunjuk menghadapi resiko, justru tidak demikian dengan resiko yang teramat sangat besar – yaitu rangkaian peristiwa akhir zaman. Kemana kita akan mengungsi ketika Dajjal turun ? dimana kita seharusnya berada pada saat perang besar terjadi ?

The Preparedness Check

Jum'at, 17 Februari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Sejak peristiwa The Great Depression tahun 1930 di berbagai belahan dunia muncul sekelompok kecil manusia yang menyebut dirinya the preppers, preppy, the survivalist dlsb. Intinya adalah sekelompok manusia yang menyiapkan diri bila sesuatu yang terburuk terjadi di dunia karena satu dan lain sebab. Karena tanpa petunjuk yang jelas untuk mengantisipasi sesuatu yang belum pernah terjadi, maka cara yang mereka lakukan juga aneh-aneh sehingga malah sering menjadi ejekan. Ironinya adalah umat Islam sebenarnya diberi petunjuk yang sangat jelas untuk mengantisipasi berbagai kejadian yang menuju pada peristiwa akhir jaman ini, tetapi sangat sedikit dari kita yang siap – mari kita lihat buktinya bersama !

Santri Di Silicon Valley – Pasca Teknologi

Jum'at, 10 Februari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Kali ini giliran si santri sengaja mencari waktu Pak Kyai untuk mengadukan kegalauannya setelah belajar di Silicon Valley - yang juga disebut Valley of Gods atau lembah para dewa. Sebenarnya di Amerika sendiri yang semula disebut Valley of Gods adalah Sandstone Valley, di San Juan County – Utah. Tetapi di jaman modern ini orang men-dewa-kan teknologi dan penguasaan ekonomi, maka penyebutan lembah para dewa itu beralih ke Silicon Valley. Karena disinilah bersemayam para ‘dewa-dewa’ modern itu. Lantas apa yang membuat si santri galau ?

Santri Di Silicon Valley (2)

Rabu, 1 Februari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Keesokan harinya setelah selesai sholat subuh Pak Kyai ingin menggali lebih dalam lagi dari santrinya, pelajaran apa sesungguhnya yang telah dia pelajari dari mbah Google. Pak Kyai ingin tahu, bagaimana perusahaan yang belum juga berusia dua dasawarsa itu begitu mempengaruhi peradaban dunia saat ini. Betapa tidak, setiap menit ada 2 juta orang di dunia yang mencari sesuatu di Google. Apa rahasianya sehingga hampir semua orang yang melek internet di dunia menggunakan Google dalam pencariannya ?

Santri Di Silicon Valley

Selasa, 31 Januari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Seorang santri yang melek teknologi diundang untuk datang ke Silicon Valley, dan yang menggundangnya adalah dedengkot Silicon Valley yaitu mbah Google. Setelah sempat bimbang sesaat, akhirnya dengan pertimbangan bahwa ilmu dan hikmah itu milik para santri yang harus direbut dari mana saja datangnya – akhirnya berangkatlah si santri ini. Setelah melalui berbagai diskusi-diskusi panjang, brain storming session yang melelahkan baik formal maupun informal – karena dia santri, dia tidak melihat apa-apa di Google, dia hanya melihat Al-Qur’an ! Apa sebenarnya yang dia lihat ?

5 Langkah Meninggalkan Pekerjaan Ribawi

Kamis, 26 Januari 2017
Oleh: Muhimin Iqbal

Ada pertanyaan yang menggelitik saya dari salah seorang calon orang tua santri yang sangat ingin memasukkan anaknya ke jaringan Kuttab Al-Fatih. Pertanyaan tersebut begini : “Pak Iqbal, apakah ada keharusan orang tua dari santri Kuttab Al-Fatih untuk meninggalkan pekerjaannya ?” sayapun kaget dengan pertanyaan ini, maka saya tidak langsung jawab. Saya malah balik bertanya : “Mengapa ibu bertanya demikian ?”, dia kemudian menjelaskan dengan beberapa contoh temannya yang keluar dari pekerjaannya setelah menyekolahkan anaknya di Kuttab Al-Fatih. Maka saya pelajari kasus-kasus semacam ini dan hasilnya justru sungguh menggembirakan !

3 in 1 Solusi Bebas Riba

Selasa, 17 Januari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Bila riba begitu dilarang dalam Islam, pastilah karena riba sangat banyak menimbulkan mudharat – sampai-sampai kenaikan harga cabe, kelangkaan bahan pangan dan berbagai produk kebutuhan lainnya-pun bisa karena riba. Tetapi Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, pasti tidak akan membiarkan hambanya begitu saja terlilit dengan riba tanpa memberinya solusi. Dan solusi dariNya itu begitu efektif sehingga satu solusi kadang menyelesaikan begitu banyak masalah sekaligus. Untuk mengatasi riba ini saya melihat adanya solusi 3 in 1-nya, satu solusi untuk mengatasi tiga pilar ekonomi sekaligus yaitu pasar, produksi dan modal.

Riba Yang Mengambil Makanan Kita

Senin, 9 Januari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Bila hari-hari ini harga cabe , daging dan bahan makanan lainnya melonjak – siapa yang paling pantas disalahkan ? Saya menyalahkan riba ! Kok bisa ? Bagaimana riba menyebabkan harga pangan melonjak ? inilah kesempatan bagi kita untuk bisa memahami dampak buruk riba seterang siang hari. Dampak itu begitu langsung dan nyata bukan hanya sekedar teori, maka setelah datang petunnjukNya yang begitu jelas itu – apakah kita masih hendak melanggengkan system ribawi dalam pengelolaan ekonomi kita ?

Asset Waktu

Rabu, 4 Januari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Satu tahun baru berlalu dan tanpa kita sadari asset paling berharga kita menyusut dengan sangat cepat – itulah waktu. Bisa saja Anda memiliki segala macam asset yang berharga dari mulai keluarga (SDM), berbagai bentuk harta seperti emas, perak, kendaraan, ternak, kebun dlsb. namun bila satu asset tidak Anda miliki yaitu waktu – maka segala asset yang lain tersebut menjadi tidak ada gunanya bagi Anda.

Currency Risk, More Then Earthquake Risk !

Jum'at, 12 Agustus 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Saat ini kita menggunakan Rupiah, Dollar, Euro, Riyal dlsb. dan mengira itulah uang. Apa yang kita kenal sebagai uang ini sesungguhnya hanyalah currency atau alat tukar sesaat. Untuk menjadi uang yang sesungguhnya, sesuatu itu harus bisa memerankan tiga hal sekaligus yaitu medium of exchange, unit of account dan store of value. Rupiah, Dollar, Euro dlsb, tidak bisa memerankan ketiga fungsi tersebut karena nilainya terus menyusut. Sesuatu yang menyusut tidak bisa menjadi unit of account, apalagi store of value. Jadi apa yang bisa berperan menjadi uang yang sesungguhnya ?

BREXIT : Bukti Fitrahnya Mata Uang Dinar dan Dirham

Ahad, 26 Juni 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal 

De Ja Vu, seperti mengulang kejadian bulan Ramadhan 8 tahun lalu – ketika dalam perjalanan untuk Itikaf saya dihubungi banyak orang yang menanyakan apa yang terjadi dengan harga emas, mengapa tiba-tiba melonjak dlsb. Kali ini hal yang sama berulang, dalam penerbangan saya ke luar negeri begitu turun dari pesawat – sms dan email menumpuk menanyakan hal yang sama. Hanya  penyebabnya yang berbeda, kalau 8 tahun lalu penyebabnya adalah krisis di Amerika – kali ini krisis di Inggris. Setiap ada krisis orang kembali ke emas dan perak, bukankah ini message yang paling jelas sebenarnya ?

Startup Tidak Berbatas Usia

Ahad, 20 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Ada setidaknya tiga mitos di dunia startups – perusahaan atau institusi baru yang tumbuh dengan pesat – yang semuanya tidak benar. Mitos pertama adalah dunia startups  hanya untuk anak muda, yang kedua adalah hanya terkait perusahaan teknologi khususnya teknologi informasi, dan yang ketiga adalah hanya yang terkait dunia komersial. Riset membantah mitos-mitos tersebut, dan kami di Startups Center Indonesia – Depok sedang berusaha membuktikannya.

Dicari : Creative Video Startup

Sabtu, 19 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Di jaman ketika orang bergeser dari membaca di internet menjadi menyaksikan di internet, ketika internet berkecepatan tinggi tidak lagi menjadi suatu kemewahan - kami  mencari anak hilang kami di keluarga besar Startup Center Indonesia - Depok. Si anak hilang tersebut tidak harus lahir dari dalam lingkungan Startup Center sendiri, dia bisa saja terlahir di luar sana – tetapi bila dia  melihat bahwa Startup Center adalah keluarganya yang dia cari – kami mengharapkannya dia segera bergabung dengan saudara-saudaranya yang kini telah berkumpul disini. 

Urban Farming Workshop 23/24 April 2016

Jum'at, 18 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal 
 
Setelah sukses dengan Integrated Organic Farming Workshop 12-13 Maret 2016 di Tawangmanu pekan lalu,  banyak sekali permintaan ke team kami untuk mengadakan yang sejenis di Jabodetabek. Selain itu banyak juga permintaan untuk menyiapkan workshop pertanian bagi masyarakat perkotaan lengkap dengan segala kendalanya. Maka merespon permintaan-permintaan tersebut, insyaAllah akan kami hadirkan Urban Farming Workshop yang hanya berlangsung 1 hari di Startup Center Depok. Bahkan peserta bisa memilih harinya sendiri antara Sabtu 23/4/16 atau Ahad 24/4/2016.

Srikandi Tidak Sendiri

Kamis, 17 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Orang Jawa punya sejarah panjang dalam menyikapi perbagai persoalan hidup termasuk perdebatan-perdebatan yang ada di dalamnya, yaitu antara lain melalui nasihat-nasihat di cerita pewayangan. Mereka bahkan bisa menyelesaikan perdebatan persamaan jender dengan sangat indah, dengan meninggikan wanita – memberi peluang sebesarnya untuk unggul di bidangnya – tetapi tanpa meninggalkan kodrat kewanitaannya. Melalui cerita panah Srikandi yang terkenal itu, kita bisa menangkap pesan moral yang ada di dalamnya.

Sabar Yang Menginspirasi

Rabu, 16 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Menurut laporan McKinsey beberapa tahun lalu, Indonesia butuh meningkatkan produktifitas setiap individu skilled-labor-nya hingga 60 % dan meningkatkan jumlahnya hingga lebih dari 100% - bila ingin menggapai potensinya menjadi kekuatan ekonomi nomor 7 terbesar di dunia. Saya melihat ada peluang lain untuk mencapai dua target itu sekaligus melalui cara yang tidak konvensional, bahkan lebih dari itupun insyaAllah bisa. Dengan apa ? Dengan melatih kesabaran ! Kok bisa ?

Happy Farmers

Senin, 14 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Kekhawatiran akan adanya loss generation di dunia pertanian karena hilangnya minat generasi muda untuk bertani, mulai kami lihat ada solusinya. Exercise perdana kami untuk melakukan  skills transfer melalui workshop 2 hari akhir pekan lalu di bidang Integrated Organic Farming – alhamdulillah mendapatkan respon yang melimpah dari perbagai kalangan. Ini menunjukkan bahwa minat untuk bertani itu sebenarnya masih  kuat di negeri ini, tinggal menjawab berbagai tantangan berikutnya yang membentang di depan mata.

Happy Farmers

Bahwa minat bertani itu masih melimpah dapat kami saksikan dari latar belakang peserta workshop yang sangat bervariasi, mulai dari sarjana baru lulus sampai eksekutif senior, mulai dari dosen sampai pengusaha properti,  dari birokrat sampai pengelola dana social yang besar – mereka memadati arena workshop yang agak dipaksakan menampung peserta yang melebihi target.

Belajar bertani ternyata juga sangat menyenangkan bila dilandasi dengan niat yang benar untuk melaksanakan perintahNya memakmurkan bumi (QS 11:61), apalagi setelah dikaji ternyata ada petunjuk yang sangat detil tentang bagaimana bertani yang memakmurkan bumi ini di Al-Qur’an.

Apa yang oleh masyarakat internasional digandrungi sebagai Organic Farming, bahkan juga Integrated Organic Farming – ternyata di Al-Qur’an sudah memberikan ilmu detilnya lebih dari 1400 tahun lalu. Bertani sesuai Al-Qur’an pasti organic dan pasti integrated.

Bertani sesuai Al-Qur’an juga bukan hanya terkait dengan pangan, tetapi juga tentang energy dan tentu juga air (Food, Energy and Water – FEW). Bahkan lebih dari itu juga tentang keindahan, termasuk diantaranya wewangian yang menjadi salah satu kegemaran Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Lebih dari sekedar workshop, IOF Workshop yang ditutup dengan rasa bahagia yang nampak dari wajah-wajah peserta – adalah awal dari sebuah pekerjaan besar untuk menindak lanjutinya kedepan. Workshop ini juga bagian dari pembentukan jaringan orang-orang yang memiliki minat dan visi yang sama – untuk mengembalikan kekuatan negeri ini di bidang pertanian.

Berbagai potensi yang dimiliki peserta dan panitia teridentifikasi meliputi ribuan hektar lahan yang siap digarap, baik untuk pangan, penggembalaan sampai  industri minyak atsiri. Dari Kalimantan sampai potensi lahan untuk Bazaar Organic yang insyaAllah akan dibuka di pusat kota Jakarta – Tanah Abang 02/04/2016 mendatang.

Dan potensi ini tidak berhenti pada peserta workshop saja – pembaca situs ini juga akan bisa terlibat pada project yang insyaAllah akan terwujud dari hasil workshop ini. Lambbank kemungkinan akan ada lahan yang luas untuk scale-upnya, KKP (Kepemilikan Lahan Produktif) akan muncul project-project barunya.

Dan yang terbaru adalah komunitas ini juga akan masuk industri minyak atsiri yang kekayaan terbesarnya sebenarnya ada di negeri ini. Integrasi antara akses pasar, skills dan modal yang terbangun melalui jaringan peserta dan pengelola workshop IOF ini plus para pembaca situs ini  insyaAllah akan bisa mewujudkannya.

Workshop seri  berikutnya insyaAllah akan diadakan di Startup Center - Depok dengan tema Urban Farming – A Green and Productive Lifestyle pada minggu ke 3 bulan April, sedangkan insight-nya dapat diikuti secara free dalam acara talk show di Bazaar Organic – Said Naum di Tanah Abang 02/04/2019. InsyaAllah.

Internal Corporate Startups

Sabtu, 12 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Jaringan perhotelan besar dunia pasti tidak mengira kalau pasar mereka bisa tersedot oleh lahirnya startup seperti Airbnb yang kini menjadi accommodation leader di dunia. Atau jaringan transportasi global tersedot pasarnya oleh Uber yang juga bermula dari startup. Namun kini korporasi-korporasi global mulai bisa mengantisipasi datangnya pesaing yang tidak disangka-sangka ini, dan bahkan mengubahnya menjadi sumber-sumber non-organic growth mereka. Bagaimana caranya ?

I Grow My Own Food

Selasa, 8 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Sejak dua puluh tahun lalu sebenarnya dunia sudah menyadari kekeliruannya dalam mengelola kebutuhan utama manusia yaitu pangan.  Maka lahirlah konsep food security yang menekankan pada accessibility pangan bagi seluruh penduduk dunia. Namun kesadaran ini tidak ditunjang oleh implementasinya di lapangan, sehingga orientasi pengelolaan pangan dunia masih pada profitability. Dampaknya adalah munculnya segala problem pangan yang kita hadapi kini, dan hanya masyarakat sendirilah yang harus bisa memperbaiki situasi ini.

X – Factor Mind Map

Ahad, 6 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Kita sering sudah berusaha maksimal, jalan menuju sukses juga sudah sejelas  1+1 =2, tetapi  terkadang hasil tidak seperti yang diharapkan. Atau sebaliknya kadang usaha kita itu seadanya, tidak maksimal dan tidak jelas – tetapi hasilnya lebih dari yang kita harapkan. Apa yang menjadi penyebab dari dua kejadian ini ? itulah adanya X-Factor dalam usaha kita, factor yang berada diluar kendali kita tetapi sangat menentukan. Secara umum orang menyebutnya keberuntungan, tetapi dalam Islam  ada penjelasannya yang lebih rinci dalam hal ini – termasuk cara untuk memperoleh keberuntungan tersebut yang sesuai dengan petunjukNya.

Belajar Dari Yang Terbaik

Jum'at, 4 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Seperti analisa McKinsey, negeri ini punya resources cukup untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar no 7 di dunia. Challenge terberatnya menambah skilled workers sampai lebih dari dua kali dari yang ada sekarang hingga tahun 2030-pun, saya melihat ada jalannya. Orang-orang dengan skilled terbaik yang dibutuhkan tersebut sebenarnya sudah ada di negeri ini, tinggal bagaimana menggandakannya saja. Dan untuk menggandakan  inipun kita sudah punya contoh dan proses terbaiknya di depan mata kita, tinggal masalah eksekusinya saja.

Skills Untuk Melahirkan Skills

Kamis, 4 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal

Tantangan para Trainer, Mentor dan Coach (TMC) saat ini adalah bagaimana bisa menyiapkan didikannya untuk siap unggul di masa depan - ketika jenis pekerjaan yang ada saat itu belum bisa dilatihkan saat ini karena memang belum ada,  untuk menguasai teknologi yang ada saat itu  yang saat ini bahkan belum ditemukan, dan untuk mampu unggul di lingkungan kerja atau usaha yang bisa jadi sangat berbeda dengan yang ada saat ini. Hanya program Training, Mentoring dan Coaching (tetap disingkat TMC) yang bisa menjawab tantangan besar ini, yang akan bisa menyiapkan skills untuk generasi mendatang itu.

Membangun Startups Ecosystem

Rabu, 2 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal

Ketika pemerintah baru-baru ini mencanangkan lahirnya 1,000 startupsIndonesia Startups Center yang kami rintis di Depok sudah berulang tahun yang ke 3 bulan ini. Meskipun  agak terlambat, tetapi tentu kami menyambut baik inisiatif pemerintah ini bila benar-benar ditindak lanjutinya di lapangan. Startups itu seperti tanaman yang (diharapkan) tumbuh dengan cepat, dia butuh tanah yang paling subur, air yang cukup dan iklim yang sesuai. Itulah yang disebut startups ecosystem, yang tentu sangat penting perannya dalam tumbuhnya startups terbaik – dan ini memang butuh dukungan  pemerintah.

Brain Plasticity Dan Dzikr

Selasa, 1 Maret 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal

Otak manusia itu sangat lentur sehingga sebenarnya mudah untuk belajar segala sesuatu yang baru. Meskipun demikian mengapa lebih banyak orang yang suka menekuni satu bidang yang sama berpuluh tahun, mengapa orang bisa patah hati dan putus asa, orang bisa mengalami kesedihan yang berlebihan dan lain sebagianya – karena tidak memanfaatkan kelenturan otak itu. Sebaliknya bila kita bisa  memanfaatkan kelenturan otak kita atau yang disebut brain plasticity secara optimal – maka dengan mudah kita bisa belajar berbagai skills yang baru, beradaptasi dengan situasi yang berbeda dlsb. Bagaimana caranya ?

Menghafal Ilmu dan Membangun Skills

Sabtu, 27 Februari 2017
Oleh: Muhaimin Iqbal

Menghafal ilmu adalah karakter yang diberikan Allah kepada umat ini yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya maupun umat lain yang hidup bersama kita di jaman ini. Kitab Al-Qur’an dengan bacaannya yang benar hanya bisa sampai ke kita saat ini karena di sepanjang jaman selalu ada orang yang menghafalkannya, demikian pula dengan puluhan ribu hadits terjaga kesahihannya juga karena ada yang menghafalnya. Bahkan menghafal itu kini terbukti cara yang paling efektif untuk menguasai ilmu dan ketrampilan (skills).

Ihtazzat Warabat Wa-anbatat

Kamis, 25 Februari 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal

Lebih dari 1400 tahun sebelum manusia modern berusaha bersusah payah untuk bisa bertani secara  benar dengan berbagai teorinya, Allah sebenarnya sudah menurunkan petunjukNya – termasuk tata cara untuk bisa bertani yang seharusnya ini. Allah mengungkapkannya dalam tiga kata yaitu ihtazzat warabat wa-anbatat, tiga kata yang tidak pernah cukup bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan manusia paling maju sekalipun. Saya hanya bisa berusaha semampu saya untuk bisa memahaminya, dan semoga inipun cukup untuk bekal berkontribusi memakmurkan bumi ini.

Mastering A New Skill

Selasa, 23 Februari 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal

Dalam persaingan ekonomi dunia yang semakin keras, peningkatan skills secara terus menerus sudah bukan lagi pilihan – sudah menjadi keharusan. Di industri apapun Anda dan pada level apapun, Anda harus senantiasa meningkatkan ketrampilan ini bila tidak ingin tenggelam oleh pesaing Anda yang semakin canggih. Menurut laporan McKinsey beberapa tahun lalu, rata-rata tenaga kerja Indonesia harus mampu meningkatkan produktifitas 60% dan jumlahnya harus meningkat lebih dari 100% - bila ingin mengejar posisi kekuatan ekonomi no 7 terbesar dunia pada tahun 2030. Bisakah kita ?

SKillsWhiz Project Untuk Negeri No 7

Sabtu, 20 Februari 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Sekitar 3 tahun lalu, McKinsey Global Institute (MGI) mengeluarkan report untuk Indonesia. Report tersebut pernah saya ulas  melalui tulisan “Redenominasi Untuk Apa ?” (25/01/2013). Salah satu yang menantang dalam report tersebut adalah peluang untuk Indonesia menjadi kekuatan ekonomi no 7 terbesar di dunia tahun 2030 – saat report tersebut ditulis Indonesia masih di urutan 16. Kini setelah 3 tahun berlalu, apakah kita menuju seperti yang diprediksi MGI tersebut ? ataukah malah menjauh ? Apa yang bisa kita lakukan ?

1,000 Teknopreneur Startup

Jum'at, 19 Februari 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Kali ini saya setuju dengan roadmap yang direncanakan pemerintah untuk melahirkan 1,000 teknopreneur seperti yang disampaikan rombongan presiden di San Francisco  dua hari lalu. Rayuan pemerintah agar para diaspora pada mau pulang tersebut disampaikan ke sekitar 800-an WNI yang bertebaran di sekitar Silicon Valley dan sekitarnya – termasuk diantaranya team iGrow yang memang lagi di sana. Lantas sebenarnya dimana peluang bagi kita di bidang teknopreneur itu ?

iKuttab : Peluang Startup Di Teknologi Pendidikan

Rabu, 17 Februari 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Tiga tahun sudah berjalan sejak kami mendirikan Indonesia Startup Center, alhamdulillah sudah mulai nampak hasilnya. Diantaranya berhasil menempatkan startup binaan kami iGrow menjadi salah satu yang terbaik di Euro Asia, bahkan kini tengah menjalani proses akselerasi bersama 500-an startup terbaik dunia di Silicon Valley. Dari pengalaman tersebut, kami ingin men-duplikasi keberhasilan yang ada untuk melahirkan startup baru yang memiliki peluang bahkan lebih baik dari yang sebelumnya. Dan peluang ini kami tawarkan ke Anda - komunitas pembaca situs GeraiDinar ini.

Gelombang PHK Di Negeri Agraris ?

Sabtu, 13 Februari 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal

Isu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kini tengah menjadi perdebatan antara unsur pekerja dan unsur pemerintah. Unsur pekerja wajar mengkawatirkan adanya gelombang PHK dan bahkan bisa mulai menghitungnya dari sejumlah besar perusahaan yang diduga akan melakukan PHK dalam beberapa bulan kedepan. Unsur pemerintah nampak menolak isu adanya gelombang PHK ini dengan berbagai alasan yang dimilikinya. Tetapi lebih penting dari perdebatan ini semua,  adakah upaya untuk mencegah atau setidaknya mengantisipasi gelombang PHK ini  ?

Ketika Harga Minyak Jatuh (Lagi)

Senin, 18 Januari 2016
Oleh: Muhaimin Iqbal
 
Hari-hari ini harga minyak mentah dunia jatuh ke titik terendah dalam 11 tahun terakhir, saat ini sudah dibawah US$ 30/barrel. Sedikit yang kita bisa rasakan adalah adanya penurunan harga BBM, namun dampak ekonomi secara keseluruhan tidaklah sederhana. Bukan hanya para pekerja di sektor perminyakan yang terancam pekerjaannya, tetapi di berbagai sektor lain juga bisa terseret dengan kejatuhan harga minyak ini. Ada  yang perlu kita waspadai agar tidak ikut menjadi korban berikutnya dari trend yang satu ini.
  

Daya Beli Emas Untuk Komoditi Riil

Kamis, 17 Desember 2015
Oleh: Muhaimin Iqbal

Banyak cara untuk melihat daya beli emas atau Dinar, dan statistik untuk ini tersedia luas yang disediakan oleh lembaga-lembaga dunia seperti datanya World Bank. Dari data tiga puluh tahun terakhir yang dikumpulkan mereka ini, kita bisa melihat ternyata meskipun harga emas atau Dinar lagi rendah-rendahnya kini - tetap memiliki daya beli yang kuat terhadap benda riil kebutuhan manusia. Daya beli emas tetap kuat untuk komoditi yang renewable maupun non-renewable.